Pengusaha Kasus Tipu Gelap Melenggang Bebas, Korban Minta Keadilan ke Kapolda Metro

Ferry Edyanto | Kamis, 11 November 2021 - 16:37 WIB
Pengusaha Kasus Tipu Gelap Melenggang Bebas, Korban Minta Keadilan ke Kapolda Metro
Narandas Kishinchand Jatiani. Foto: (Istimewa/Meganews.id).

 

MEGANEWS.ID - Rajinder Arjandas, korban dugaan kasus penipuan dan penggelapan (tipu gelap) meminta keadilan hukum kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran. Pasalnya sudah tiga tahun dilaporkan sejak 2017, Narandas Kishinchand Jatiani, pengusaha tekstil yang dilaporkan atas dugaan kasus tipu gelap itu masih melenggang bebas dan tidak punya itikad baik menyelesaikan persoalannya.

Padahal, atas kasus tersebut, korban Rajinder Arjandas mengaku mengalami kerugian sebesar Rp720.000.000. "Klien saya sudah lama mencari keadilan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Narandas Kishinchand Jatiani, karena hingga saat ini kasusnya masih menggantung," ujar Titin Hariarti Siburian, SH kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Titin menceritakan antara kliennya dengan Naraindas Kishinchand Jatiani sebenarnya sudah saling kenal. Kasusnya bermula tahun 2016. Naraindas Kishinchand Jatiani dan Chandru Kishinch, keduanya kakak beradik mendatangi Rajinder Arjandas meminjam uang sebesar Rp1.250.000.000 untuk keperluan modal usaha.

"Kepada klien saya Naraindas berjanji akan mengembalikan uang klien saya tersebut dalam waktu yang ditentukan," jelas Titin.

Singkat cerita, kata Titin, Naraindas Kishinchand memberikan bilyet giro sebanyak 3 lembar kepada kliennya. "Namun ketika dicairkan bilyet giro tersebut ditolak oleh bank karena dananya tidak ada," kata Titin.

Merasa dirinya ditipu, korban diwakili oleh kuasa hukumnya kemudian memproses kasus itu secara hukum ke Polda Metro Jaya dengan Nomor: LP/2298/V/2017/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 12 Mei 2017. "Kasus tersebut selanjutnya ditangani Subdit Renakta," ujar Titin.

Entah apa maksudnya, pada tahun 2017 pula, kata Titin, Naraindas Kishinchand melakukan upaya gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas kasus tersebut. 

Titin mencermati gugatan Naraindas Kishinchand hanyalah akal-akalan untuk memperlambat proses hukum di kepolisian. "Faktanya putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi hingga putusan MA Nomor 176/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Utr Jo Putusan Pengadilan Tinggi No. 571/PDT/2018/PT.DKI Jo Putusan Mahkamah Agung No. 947 K/Pdt/2020 yang .emenangkan klien saya dan menghukum Naraindas Kishinchand mengembalikan uang klien saya sebesar Rp1.220.000.000," ujar Titin.

Titin melanjutkan dari putusan MA tersebut, Naraindas membayar Rp500.000.000 kepada kliennya. Adapun sisanya Rp720.000.000 juta lagi akan dibayarkan pada Februari 2021.

Namun janji tinggal janji, Naraindas dinilai menggombal dan tidak memiliki itikad baik melunasinya utangnya.

Karena itu pula, Titin meminta keadilan dan berharap penyidik segera memproses kasus laporannya yang kini ditangani Subdit Renakta Polda Metro Jaya. "Terakhir berdasarkan SP2HP ke-V yang dikirimkan oleh penyidik kepada saya, langkah selanjutnya  penyidik akan segera melakukan gelar perkara atas laporan kami," kata Titin.

Diringa berharap, kliennya mendapatkan keadilan atas kasusnya dan berharap pihak penyidik untuk tidak menunda lagi proses gelar perkara atas laporannya tersebut. "Kami minta keadilan hukum dari Pak Kapolda Metro Jaya karena kasus ini sudah berlangsung kurang lebih 5 tahun lamanya," ujarnya.

Naraindas Kishinchand yang dihubungi wartawan terkait kasusnya, hanya menjawa singkat via WattsApp pribadinya. "Semuanya diserahkan ke lawyer saya Ibu Bella," jawabnya singkat.

Bella yang dihubugi via selularnya mengakui bahwa hingga saat ini kliennya belum memenuhi kewajibannya dengan alasan terbentur masalah kondisi keuangan akibat Covid-19.

"Tapi bukan berarti kami tidak beritikad baik, saya bahkan sudah 3 kali berkomunikasi dengan Ibu Titin tapi belum mencapai titik temu. Klien Ibu Titin minta pembayaran kedua sebesar Rp250 juta sedangkan pak Naraindas menyanggupi Rp150 juta. Jadi belum ketemu angkanya," jawab Bella dari ujung telpon.

yt-1 in left right search line play fb gp tw wa