Bolos Persidangan, OJK dan BEI Kebingungan Digugat Pemegang Saham Publik

Ferry Edyanto | Selasa, 26 Oktober 2021 - 17:48 WIB
Bolos Persidangan, OJK dan BEI Kebingungan Digugat Pemegang Saham Publik
Tony Roland Tambunan, SH, MH dan Firman Aritonang, SH selaku kuasa hukum penggugat dari pihak pemegang saham publik MYRX (PT Hanson International Tbk). Foto: (Ferry Edyanto/Meganews.id).

 

MEGANEWS.ID - Sidang perdana gugatan pemegang saham publik MYRX (PT Hanson International Tbk) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021), dipimpin oleh Hakim Ketua Sri Wahyuni.7

Persidangan dihadiri Tony Roland Tambunan, SH, MH dan Firman Aritonang, SH selaku kuasa hukum penggugat dari pihak pemegang saham publik MYRX (PT Hanson International Tbk).

Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan, Sri Wahyuni mengetuk palu ketika sidang baru berjalan beberapa menit lantaran pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku Tergugat I belum memberikan kuasa hukum.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku Tergugat II tidak hadir dipersidangan. Sementara Kejaksaan Agung selaku pihak Tergugat III belum memberikan kuasa hukum.

"Sebenarnya pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK mengetahui dengan pasti bahwa pemegang saham MYRX ada 8.400 orang, kenapa hal tersebut dibiarkan dan tidak membela kepentingan pemegang saham/investor ritel?" lontar Tony Roland Tambunan, SH, MH setengah heran.

"Apakah ada agenda tertentu di balik kesalahan sita ini?" sambungnya.

Dari luar sidang, sejumlah
pemegang saham publik MYRX mengenakan kostum berwarna merah (wanita) dan putih (pria) memberikan support kepada kuasa mereka yang menyerahkan berkas Surat Kuasa Gugatan kepada Hakim Ketua.

Kepada Meganews.id, Tony Roland Tambunan menjelaskan bahwa inti dari isi gugatan tersebut adalah Surat Kuasa dari 170 Pemegang Saham Publik MYRX (PT Hanson International Tbk.). "Gugatan ini mewakili Pemegang Saham Mayoritas Publik MYRX (PT Hanson International Tbk)," ujarnya.

Tony menjabarkan gugatannya antara lain;

1. Meminta saham MYRX (PT Hanson International Tbk) segera di open suspend.

2. Kerugian materiil dan imateriil sebesar Rp7,9 triliun.

Sidang kedua akan dilaksanakan pada Selasa (9/10/2021) di ruangan 1 Subekti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Saya berharap kuasa Hukum dari Tergugat I (BEI) dan Turut Tergugat (Kejaksaan Agung) melengkapi surat kuasanya. Dan kepada Tergugat II dilakukan pemanggilan ulang," ucapnya.

yt-1 in left right search line play fb gp tw wa